
Industri real estate mencakup beberapa golongan berdasarkan jenis objek yang ada di atas lahan real estate:
Perkebunan, Pertambangan, dan Perhutanan
Bidang ini mencakup kegiatan di sektor pertanian, pertambangan, dan kehutanan yang dilakukan di atas lahan real estate.
Perumahan
Ini berkaitan dengan pembangunan hunian, perumahan multifungsi, dan pengembangan real estate untuk tujuan perumahan.
Komersial
Golongan ini mencakup bangunan-bangunan yang digunakan untuk kegiatan bisnis, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan sebagainya.
Industri
Berkaitan dengan pembangunan fasilitas industri, baik industri ringan, menengah, maupun berat.
Dalam pengelompokan tersebut, perumahan bisa berupa bangunan atau perkebunan yang diatur dan dikelola oleh perusahaan untuk klien atau penghuninya.
Setelah meninjau berbagai contoh real estate di atas, kita harus menyadari bahwa tidak bisa dengan mudah mengatakan bahwa sebuah bangunan, pabrik, atau kondominium adalah real estate. Hal ini karena pentingnya untuk memeriksa siapa yang memiliki tanah dan bangunan tersebut. Mengapa ini penting? Karena bangunan tersebut mungkin saja merupakan bagian dari properti.
Dalam menyusun pandangan ini, penting untuk memahami bahwa real estate tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga hak kepemilikan atas tanah dan bangunan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan aspek kepemilikan tanah dalam menentukan apakah suatu bangunan dapat dikategorikan sebagai real estate atau properti.




